Cerita tentang keluarga gue… (1)
Tuesday, February 26th, 2008Cerita tentang
Mama
Gue punya cerita,
tentang keluarga gue (ya eyalaahhhh… kalo’ dari judulnya ya pasti tentang
keluarga :D). Gue kali ini
mau cerita tentang keluarga gue dari pihak Mama.
Gue punya ayah
dan ibu kandung, tapi Mama meninggal tahun 1990 akibat kanker otak yang (konon
kabarnya) sudah menjalar kemana-mana. Mama meninggal tanggal 14 Maret 1990, di
umurnya yang ke 48 (masih sangat muda menurut gue) dan dua hari sebelum ulang
tahun gue yang ke-12; waktu itu, gue lagi ada di bangku 1 SMP, semester 2. Yang
gue inget, waktu itu Rabu dini hari, jam 2 pagi, ada telfon interlokal dari
Papa yang bilang kalo’ Mama udah nggak ada.
Seingat gue, gue nggak
pernah mengenal mama gue sedemikian dekatnya; yang gue inget, Mama gue adalah
orang yang pertama ‘ngajarin’ gue minum kopi (waktu bayi, gue ‘step’ – bukan
bodystep - di tengah jalan, dan Mama langsung banting stir ke warung terdekat
untuk ngasih gue kopi; konon kabarnya, it helps untuk reduce step itu); Mama
gue adalah orang yang selalu ada di saat gue sakit gigi, operasi gigi, cabut
gigi dan semua penyakit yang berhubungan dengan gigi; Mama gue adalah orang
yang juga selalu ada buat gue waktu gue sakit panas (apapun bentuknya, she’s
there); dan tentu saja… Mama gue adalah orang yang memperkenalkan gue dengan
bakso
kalo’ gue sakit, gue selalu minta bakso sama Mama and she always
granted to me *entah dia beli yang mentah atau yang mateng, pokoknya whenever I
asked for bakso, it’s there, ready to be eaten*
Oh ya satu lagi, Mama adalah orang yang pertama mengajarkan
sama gue, bahwa mobilitas kita itu nggak harus tergantung sama yang namanya
mobil pribadi, bisa pake’ kendaraan umum yang namanya bis… yes, she taught me
untuk naik bis (SD, abis cabut gigi di rumah sakit, pulang naik bis… ugh…)
But that’s it…
Gue even didn’t notice kalo’ Mama itu seneng banget dandan
*eyes will go straight to her whenever she’d passed by*, a real genuine lady
(nggak kebayang kalo’ beliau masih hidup, kayaknya gue dimarah’in terus dan…
sandal jepit gue nggak akan bisa gue pake’ kemana-mana lagi). Mama terakhir
terlihat botak, karena kemoterapi yang harus dijalaninya, tapi beliau bisa aja
ngebuat kebotakannya itu menjadi suatu asset untuk bisa bergaya (she wore hats,
kain entah dililit-lilit gimana gitu di kepalanya gue nggak tau, pokoknya ada
deh); she’s my mom… kreatif, I must say…
Dulu, Mama sempet beli’in gue boneka binatang besar (segede
gue deh waktu itu), bulunya putih dan panjang-panjang, kakinya bercakar dari
bahan kulit, telapak kakinya berwarna kuning, dengan beberapa bulatan hitam
(dari bahan kulit juga) di telapaknya. Gue suka banget sama boneka itu. Mama
membeli boneka itu seharga 40.000 rupiah (mungkin kalo’ sekarang lebih mahal
lagi yah). Mama tau, kalo’ gue suka
banget sama boneka-boneka binatang (even sampe’ sekarang, gue masih suka dengan
boneka-boneka binatang :D). Boneka itu selalu mengingatkan gue sama Mama dan
tante Kobi.
Dan sekarang, gue
mau cerita tentang tante Kobi.
Bersambung ke sini
ime’…