Archive for September, 2008

Membaca

Monday, September 15th, 2008

Dari gue kecil, kalo’ gue ditanya hobinya apa, gue akan tulis “Membaca” tanpa tahu itu benar atau salah.

Dari gue selesai kuliah, CV gue selalu ada tulisan di bagian Hobbies/Interest, “Reading”, tanpa gue mengkaji ulang apakah gue emang bener-bener punya interest ke situ.

Di awal tahun 2008 ini, seolah-olah itu semua terjawab. Gue juga nggak ngerti kenapa, tapi, beberapa orang sampe’ bilang, gue freak sama yang namanya membaca. Gue kenal sama seseorang (yang sekarang jadi temen gue yang bisa diajak ketawa terhabak-habak) juga lewat aktivitas gue membaca.

Tapi jujur deh, sebelumnya, gue nggak se-freak ini dalam hal membaca buku. Dulu, gue benci banget baca koran; majalah??? Pasti nggak abis gue baca. Sekarang? Tiap hari gue baca koran, kecuali hari Minggu. Soalnya tiap hari Minggu, jam 7 pagi gue udah kabur dari rumah. Bagi gue, baca koran itu enaknya pagi-pagi. Reader’s digest pasti gue abis’in semua artikel-artikelnya.

Beberapa hal yang memacu gue untuk membaca adalah kegemaran gue dalam menulis. One said that “A good writer is a good reader.” Itu yang ngebuat gue semakin gila dalam membaca. Di bis, di pesawat, di atas mobil (di atep?), di mana aja, gue selalu baca. Bahkan kalo’ lagi nunggu’in kelas di gym. Walaupun gue akui juga, sekarang-sekarang ini, gue malah lebih keranjingan baca daripada nulis. Salah nggak yah?

Eniwei, as August passed, gue mencoba untuk mengingat-ingat, buku-buku apa aja yang udah gue baca.

Rumah Kaca

Beberapa quote sempet gue contek disini dan gue taro’ di facebook boooo (ya ampun, kayak nggak ada kerjaan aja deh lo, me’!!!).

… ada kekuatan-kekuatan dahsyat tak terduga yang bisa timbul pada samudra, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya.

The Witch of Portobello

Buku yang gue baca sampe’ ke Toraja. Beberapa quotes sangat menampar gue, cuman gue lupa untuk wrote it down, dan gue amat sangat kesulitan mencarinya di buku tersebut. Tapi ada satu yang paling gampang nyarinya:

Love simply is.

Reader’s Digest

Reader's Digest August

Majalah yang satu ini gue kenal dari bokap gue. Dari waktu gue kecil, gue sering banget ngeliat bokap gue baca majalah ini. Itu sebabnya, sekarang giliran gue yang beli itu buku dan bokap gue tentu aja boleh baca juga.

Edisi Agustus kemaren adalah tentang Olympic games. Beberapa quotes nemplok di kepala gue, seperti:

“The way I see it, from now on, every day is a good day” [William Pike]

Ini adalah quote dari seorang muda yang berada di ambang kematian saat dia ada di gunung vulkanis, Ruapehu di Selandia Baru. Walaupun ia selamat, namun kaki kanannya harus diamputasi. Namun, hal itu nggak ngebuat dia kecil hati. Yang jelas, dia jadi sangat menghargai hidupnya, makanya, dia keluarin quote yang di atas. Most of us are much luckier than he does; so, is there any reason to complain?

“If you win but don’t help somebody when you should have, what win is that?” [Bjoernar Haakensmoen]

Seorang pelatih ski tim Norwegia di tahun 2006 yang membantu Sara Renner dari tim Kanada, saat ia mengalami kerusakan pada ski-nya. Akibatnya, tim Kanada mendapatkan medali perak dan Norwegia berada di tempat yang keempat.

“The important thing in the Olympic Games is not winning but taking part. The essential thing in life is not conquering but fighting well.” [Pierre de Coubertin, founder of the modern Olympic Games]

So true isn’t it? For me, it is so really true.

Yah, itu beberapa hal yang gue dapet aja dari buku-buku yang gue baca di bulan Agustus ini. September ini, gue bakalan baca apa yah? Heheheheh… ada ide? Atau mungkin, ada yang mau beli’in gue buku? Yah, minjem’in deh… *perasaan buku-buku yang gue pinjem di perpustakaan kantor belum tuntas gue baca deh*

Ime’…

PS: i hate the new look of friendster’s blog.